Kenaikan BBM tentu akan mempengaruhi berbagai sektor ekonomi di masyarakat. Dengan harga BBM naik, harga ikan, daging, telor, sayur, pakaian, dan semua harga lainnya bisa turut naik. Hal ini dipengaruhi oleh peran BBM yang sangat vital sebagai alat transportasi yang berimplikasi kepada biaya distribusi dan pengantaran barang. Imbas kenaikan harga seluruh bahan (terutama bahan pokok) ini tentu akan sangat mencekik masyarakat yang tidak mampu. Dari situlah muncul penolakan yang luar biasa besar terhadap kebijakan kenaikan harga BBM. Berbagai aksi mulai dari diskusi, seminar, hingga demonstrasi anarkis terjadi di berbagai belahan tempat di Indonesia. Saya rasa ini adalah hal yang wajar mengingat pemerintah sendiri kurang melakukan sosialisasi dan pencerdasan yang bertahap.
Masyarakat hanya tahu bahwa 1 April harga BBM naik, tapi mereka tidak tahu alasan di balik itu, imbas terhadap kenaikan harga tersebut, dan bagaimana pemerintah berusaha tetap menjaga kesejahteraan rakyatnya. Hemat saya, seharusnya pemerintah memberikan berbagai pencerdasan terkait kenaikan harga tersebut (terutama melalui media massa) yang dapat menunjukan kepada masyarakat awam bahwa kalau harga BBM tidak dinaikan, perekonomian kita akan kolaps. Pemerintah juga harus menunjukan jaminan bahwa dengan menaikan harga BBM, justru masyarakat bisa sejahtera. Metodenya seperti apa, langkah-langkahnya, hingga pelaksanaannya nanti harus jelas sejelas-jelasnya agar kita bisa memantau dan memonitor program pemerintah tersebut. Pemeran yang juga sangat penting dalam proses ini adalah media massa. Oleh karena itu, saya memohon kepada media massa agar bisa membantu pemerintah menyelamatkan Indonesia dengan cara memberikan akses kepada pemerintah untuk melakukan pencerdasan, membantu masyarakat memonitori program pemerintah, dan menjembatani komunikasi yang konstruktif.
source :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar